tafaddhol :)

Powered By Blogger

Jumat, 24 Mei 2013

W A N I T A



Seorang wanita tercipta dengan lembut dan kuat. Ia adalah tulang rusuk, pelindung hati suaminya. Ia adalah permata, pemberi cahaya rumahnya. Baktinya sebagai anak, cintanya sebagai seorang ibu, dan setianya sebagai seorang istri. Itu semua adalah sebuah penghargaan tingkat tinggi yang diberikan Alloh padanya, just for her!

Wanita adalah pejuang bagi dirinya sendiri, ia adalah Mutiara! ia adalah batu zamrud hijau berkilauan yang akan memilih jalan hidupnya sendiri dalam dua pilihan yang telah kita ketahui. Surga atau neraka.

Wanita adalah bidadari, yang dapat menjadi bencana. Atau juga sebuah kebahagiaan tak terkira untuk dunia dan juga akhirat nanti. Ia tak terlalu lembut, namun juga tak begitu kuat. Hadirnya adalah sebuah buah simalakama, yang harus ia pilih sendiri hendak di bawa ke mana dirinya.

Karena itu, saat hari ini kulihat wanita di luar sana, dengan pilihan mereka. Terbersit sebuah tanya:
“MAU JADI WANITA SEPERTI APA DIRIKU?!!”

Aku bukanlah seorang wanita seperti temanku, dengan keteguhan hati yang sangat kuat. Aku terlalu mudah goyah, terlalu mudah merasa terluka. Terlalu egois. Terlalu kekanak-kanakan. Terlalu cepat down, walaupun aku pandai berkata-kata. Memberikan motivasi-motivasi terhadap orang lain. Padahal sejatinya, aku rapuh! Yaa, sangat rapuh. Sedangkan ia, si wanita kuat di sampingku itu. Dengan jalannya, dengan kebulatan tekadnya, berjalan dengan mantap di jalan dakwah! menolak dengan gembira sebuah bahkan seluruh rayuan dunia. Melangkahkan kaki ke tempat di mana ia harus terpenjara suci di dalamnya. Subhaanalloh! Jujur saja, aku iri alias jealous kepadanya.

Aku bukanlah wanita seperti temanku, yang mencintai seorang lelaki dengan doanya, menyimpannya dalam lubuk hati, dan mencurah air mata takwa di setiap sujudnya. Aku bukanlah ia, yang mampu menahan cintanya sertahun-tahun, mengukuhkan hati, dan dengan ikhlas menahan diri.

Aku bukanlah wanita seperti temanku, yang sangat tegar menghadapi cobaan, merasakan getir pahit kehidupan dengan mandiri. Aku bukan dia! yang sangat dewasa, sangat kuat, dan sangat mandiri.

Aku bukanlah temanku, yang sangat anggun dengan jilbab dan kerudung lebarnya, lembut dan santun dengan lakunya. Aku bukan dia, yang tersenyum dengn ikhlas di depan semua, bahkan dia yang sangat sabar dengan hidupnya.

Dan ketika aku memandang mereka. Dalam kaca benggala, aku bertanya :
"LALU BAGAIMANA DIRIKU ??!!"

Bagiku mereka adalah mujahidah-mujahidah wanita hebat! Layaknya Aisyah yang cerdas, Fatimah yang lembut dan cantik jelita, Khodijah yang setia, Khaulah binti Azur yang tangguh. Shofiyyah binti Abdul Mutholib yang tegas tetapi sabar. dan mujahidah-mujahdah lainnya.

“LALU, WANITA SEPERTI APA AKU ??
INGIN DI BAWA KEMANA KODRAT WANITAKU ??”

Pertanyaan itu menghampiri lagi, setiap ku bertemu dengan biasan wajahnya yang teduh. Kibaran pakaiannya yang anggun. Senyummnya yang tenang. Dan ketika ku jabat erat tangannya.

Saat aku bertanya itu, maka hanya jawaban lirih di hati yang berkata :
"KAU CUKUP MENJADI DIRI SENDIRI, MEMPERBAIKI YANG BELUM BAIK, MEMPERTAHANKAN YANG SUDAH BENAR, DAN TETAPLAH MENJADI WANITA PENYABAR!"

Yeah, MENJADI DIRI SENDIRI! Itu adalah sebuah jawaban yang paling sederhana dan paling sering kukatakan, namun………………………………..CUKUPKAH ITU ?? APA YANG KUMIIKI ??

Dan hatiku berkata untuk kedua kalinya :
"KAU MEMPUNYAI AKAL YANG BISA KAU GUNAKAN UNTUK BERPIKIR MELANGKAH KE KEBAIKAN DAN KEBENARAN!"

Yeah, aku mempunyai akal. Dan dengan akal itu aku bisa berpikir, dengan itu aku bisa membedakan mana BAIK DAN BURUK, tapi…………………………CUKUPKAH ITU ??

Kulihat wanita-wanita itu kembali, hatiku terkunci lagi. Tak menemukan mata rantai yang cocok. Untuk bisa membuka gembok-gembok yang mengunci hatiku. Rasanya sesak! Tak terasa buliran air bening menghinggapi pipi yang tak tahu apa-apa. Muncul dari kelopak mata, dan ku sekat dengan telapak tanganku dengan kasar. Buat apa mataku menjatuhkan senjata terakhir itu ?! takde guna! Bless..ternyata muncul lagi dan lagi. Bahkan semakin deras tak terbendung. Ya sudah, kali ini AKU KALAH! Yeah, aku mengaku AKU KALAH denganmu mata. Ku biarkan kau mengeluarkan buliran airmu, sampai puass! Silahkan! Namun……………….

Ku ingat lagi wanita-wanita itu. Dengan jalan dakwah mereka, dengan pilihan hidup mereka, dengan kekayaan hati mereka, sungguh jauh perbandingannya denganku. Dan pada akhirnya aku berkata dengan bibirku sendiri.

"SETIAP WANITA ISTIMEWA! DENGAN KEISTIMEWAAN PRIBADINYA, DAN JALAN DAKWAH ITU TAK AKAN PERNAH HABIS! DI SANALAH ADA SATU JALAN, DI MANA ITU ADALAH MILIKKU! YEAH, MILIKKU! DI MANA DENGAN ITU AKAN KUTEMUKAN KEINDAHAN, SEBUAH CAHAYA MENUJU KEBAHAGIAAN YANG KEKAL! INSYAA ALLOH!"

~WANITA ITU ISTIMEWA, SETIAP DARI MEREKA TERCIPTA DARI TULANG RUSUK YANG BERBEDA.~

  

Sang Pencari Bintang
-@ufishbt-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar