Jibab sepertinya telah mendarah daging dengan diri
ku, bisa dibilang semenjak memasuki usia Baligh (usia yang sudah wajib untuk
melaksanakan perintah Allah) tapi seperti kebanyakan gadis lainnya yaitu hanya
menggunakan sehelai kain untuk membungkus kepala. Ah begitu mirisnya.
SMP hingga SMA gaya berjilbab itu masih ku
realisasikan dalam keseharian ku, entah itu karena iman ku yang saat itu sangat
dangkal atau apa entahlah. Pengetahuan agama bisa dibilang ada tapi entah
kenapa hati rasanya tidak ingin
bergerak, hanya ingin berhenti disitu saja dengan jilbab tipis yang lagi
nge-trend saat itu. Walaupun celana jeans sudah lama tidak pernah menyentuh
kulit ku lagi akan tetapi herannya baju ketat masih sering menempel ditubuh ku,
ah betapa gobloknya saya saat itu. Terkadang jilbab pendek yang panjangnya
hanya sampai sebahu pun masih saya kenakan, sampai dibangku kuliah saja jilbab
tipis itu masih ku kenakan.
Hingga suatu hari saya menghadiri sebuah acara
Muslimah di sebuah gedung, betapa ciutnya saya hari itu melihat sesosok gadis
sebaya ku dengan jilbab besarnya bahkan ada yang istiqomah dengan Cadarnya. Yah
mereka adalah teman saya masa TK dan SMP, pikiran dan hati saya hari itu seperti
berkecamuk, dua orang itu duduk disamping ku. Ahh saya merasa seperti makhluk
luar angkasa yang tiba-tiba terdampar disebuah kota modern dengan pakaian
paling kampungan se-kota itu. Ahh rasanya ingin lenyap seketika dari tempat
itu, betul-betul memalukan duduk diantara orang berjilbab besar sementara saya
hanya dengan jilbab tipis transparan ku yang sangat memalukan.
Setelah kejadian itu tekad ku mulai bulat untuk
memanjangkan jilbab perlahan demi perlahan. Dan pada akhirnya kukenakan jilbab
panjang perdana ku, kaos kaki perdana ku pun tak ketinggalan saat acara
keluarga di salah satu tempat wisata, ini dia fotonya :
Saya yang jilbab pink ^^
Saat itu saya betul-betul serasa menjadi diri
sendiri, rasanya damaaaai dan nyaman sekali bersama baju longgar, rok serta
jilbab ku.
Setelah kejadian itu saya kembali menguji nyali
dengan memanjangkan jilbab ke salah satu acara kampus, ahh rasanya takut kalau
saja teman-teman kampus melihat kearah saya dengan tatapan “aneh” (maklum
dikampus yang pake jilbab agak panjang cuman sekian persen-__-). Sesampainya
diparkiran acara dengan jilbab yang agak panjang, baju longgar dan kaos kaki ternyata
rasa “asing” itu tidak terlalu terasa dibandingkan saya berada diantara orang-orang
beriman kemarin. Rasanya dipandangi orang-orang yang berpakaian jauh lebih
pantas itu rasanya lebih nusuk dibandingkan dipandangi oleh orang-orang yang
pakaiannya jauh lebih tidak pantas dari yang kita gunakan. Rasanya hanya risih
sesaat lalu melangkah dengan anggunnya menuju acara kampus, awalnya saja risih
dipandangi tapi lama kelamaan yaaaa terserah mereka. Ini dia saya di acara
kampus ^^
Untuk apa malu berada diantara orang-orang yang
tidak patuh kepada Allah? Ini perintah Allah, ini kewajiban yang mengukur
sejauh mana rasa cinta dan taat kita kepada Sang Pencipta Allah SWT. Ayo ukhti
kita sama-sama menjemput hidayahNya, bersama-sama berjalan menuju jalanNya
meraih RidhoNya. Tak penting pandangan manusia, biarkan mereka berkata apapun
asalkan kita masih tetap berada dijalanNya insyaAllah bahagia akan menunggu
kita di akhirat amiin ya Allah ^^
Salam Ukhibbukum Fillah ^^
Sitti Zarah Humaerah
@humaeraah




