tafaddhol :)

Powered By Blogger

Sabtu, 08 Juni 2013

Sekilas Tentang Jilbab dan Hati ku :'')



Jibab sepertinya telah mendarah daging dengan diri ku, bisa dibilang semenjak memasuki usia Baligh (usia yang sudah wajib untuk melaksanakan perintah Allah) tapi seperti kebanyakan gadis lainnya yaitu hanya menggunakan sehelai kain untuk membungkus kepala. Ah begitu mirisnya.
SMP hingga SMA gaya berjilbab itu masih ku realisasikan dalam keseharian ku, entah itu karena iman ku yang saat itu sangat dangkal atau apa entahlah. Pengetahuan agama bisa dibilang ada tapi entah kenapa hati rasanya tidak ingin  bergerak, hanya ingin berhenti disitu saja dengan jilbab tipis yang lagi nge-trend saat itu. Walaupun celana jeans sudah lama tidak pernah menyentuh kulit ku lagi akan tetapi herannya baju ketat masih sering menempel ditubuh ku, ah betapa gobloknya saya saat itu. Terkadang jilbab pendek yang panjangnya hanya sampai sebahu pun masih saya kenakan, sampai dibangku kuliah saja jilbab tipis itu masih ku kenakan.
Hingga suatu hari saya menghadiri sebuah acara Muslimah di sebuah gedung, betapa ciutnya saya hari itu melihat sesosok gadis sebaya ku dengan jilbab besarnya bahkan ada yang istiqomah dengan Cadarnya. Yah mereka adalah teman saya masa TK dan SMP, pikiran dan hati saya hari itu seperti berkecamuk, dua orang itu duduk disamping ku. Ahh saya merasa seperti makhluk luar angkasa yang tiba-tiba terdampar disebuah kota modern dengan pakaian paling kampungan se-kota itu. Ahh rasanya ingin lenyap seketika dari tempat itu, betul-betul memalukan duduk diantara orang berjilbab besar sementara saya hanya dengan jilbab tipis transparan ku yang sangat memalukan.
Setelah kejadian itu tekad ku mulai bulat untuk memanjangkan jilbab perlahan demi perlahan. Dan pada akhirnya kukenakan jilbab panjang perdana ku, kaos kaki perdana ku pun tak ketinggalan saat acara keluarga di salah satu tempat wisata, ini dia fotonya :

Saya yang jilbab pink ^^

Saat itu saya betul-betul serasa menjadi diri sendiri, rasanya damaaaai dan nyaman sekali bersama baju longgar, rok serta jilbab ku.
Setelah kejadian itu saya kembali menguji nyali dengan memanjangkan jilbab ke salah satu acara kampus, ahh rasanya takut kalau saja teman-teman kampus melihat kearah saya dengan tatapan “aneh” (maklum dikampus yang pake jilbab agak panjang cuman sekian persen-__-). Sesampainya diparkiran acara dengan jilbab yang agak panjang, baju longgar dan kaos kaki ternyata rasa “asing” itu tidak terlalu terasa dibandingkan saya berada diantara orang-orang beriman kemarin. Rasanya dipandangi orang-orang yang berpakaian jauh lebih pantas itu rasanya lebih nusuk dibandingkan dipandangi oleh orang-orang yang pakaiannya jauh lebih tidak pantas dari yang kita gunakan. Rasanya hanya risih sesaat lalu melangkah dengan anggunnya menuju acara kampus, awalnya saja risih dipandangi tapi lama kelamaan yaaaa terserah mereka. Ini dia saya di acara kampus ^^


Untuk apa malu berada diantara orang-orang yang tidak patuh kepada Allah? Ini perintah Allah, ini kewajiban yang mengukur sejauh mana rasa cinta dan taat kita kepada Sang Pencipta Allah SWT. Ayo ukhti kita sama-sama menjemput hidayahNya, bersama-sama berjalan menuju jalanNya meraih RidhoNya. Tak penting pandangan manusia, biarkan mereka berkata apapun asalkan kita masih tetap berada dijalanNya insyaAllah bahagia akan menunggu kita di akhirat amiin ya Allah ^^



Salam Ukhibbukum Fillah ^^
Sitti Zarah Humaerah
@humaeraah